20 April 2017

ARBI SANIT NGEYEL: Ahok Kalah, Itu Karena Demokrasi Palsu

ARBI SANIT NGEYEL: Ahok Kalah, Itu Karena Demokrasi Palsu

Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan, jika calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kalah di pemungutan suara Pilkada DKI putaran kedua, Rabu (19/4/2017) hari ini, itu semata-mata terjadi karena demokrasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Yang dimaksudkan Arbi adalah, banyaknya tekanan dan isu SARA yang terus dihembuskan oleh lawan-lawan Ahok selama keikutsertaannya di Pilkada DKI ini.

"Jadi kalaupun Ahok kalah, itu karena adanya tekanan massa, intimidasi, tekanan sekelompok orang yang menggunakan prinsip-prinsip agama, ya ini kan demokrasi palsu," kata Arbi kepada Netralnews.com, Selasa (18/4/2017).

"Banyak politisi dan tokoh-tokoh yang memperalat golongan-golongan dogmatik, kemudian gunakan cara-cara pengerahan massa, dengan cara-cara negatif untuk menjatuhkan lawan politik,"  tandasnya.

Selain menyebut demokrasi palsu, jika nantinya Ahok kalah, Arbi menyebut sebagai kemunduran demokrasi di Indonesia.

"Karena jika Ahok kalah, Jakarta menjadi mundur. Bukan saja Jakarta, tapi demokrasi Indonesia menjadi cacat, oleh karena kekalahan Ahok diakibatkan dukungan kelompok dogmatik kepada penantangnya," tandasnya.

Selain itu ia mengungkapkan, rakyat Jakarta yang akan dirugikan kalau calon nomor urut dua itu kalah."Kalau salah pilih, orang Jakarta siap-siaplah kalau situasi kembali seperti jaman gubernur-gubernur sebelumnya, Jakarta jadi mandek, kotor, kumuh, banjir di mana-mana, pembangunan macet," ujar Arbi.

Hari ini, Rabu (19/4/2017), masyarakat Jakarta memberikan hak suaranya untuk memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. Adapun dua pasangan yang maju di putaran kedua ini yakni Basuki Tjahaja purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

Sumber : http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/69913/arbi.sanit.jika.ahok.kalah..itu.karena.demokrasi.palsu

1 komentar:

  1. Gak ada asap kalau tidak ada api.... Mulutmu harimaumu.... Itu ungkapan yang tepat untuk kekalahan telak ahok... Coba ahok bisa jaga mulutnya, apakah akan terjadi aksi bela islam I, II dan III ?.... Tau diri, jaga sikap, dan mau dan mampu berdiri dan mengayomi semua golongan, itu yang tidak diperoleh dari ahok dan penyebab terbesar kegagalannya ditambah sikap kasar, congkak dan arogan....

    BalasHapus