16 April 2014

Tahap Dan Langkah dalam Penelitian Ilmiah

Analisis Ilmiah serta Langkah-Langkah Analisis Ilmiah-
Kembali mengulas mengenai teori analisa, sebelumnya setelah menguraikan mengenai sistem ilmiah serta beberapa langkah sistem ilmiah, situs (blog) Analisis Aksi Kelas (PTK) serta Jenis-Model Evaluasi seterusnya dapat mengulas mengenai analisa ilmiah serta beberapa langkah melaksanakan analisa ilmiah. Yuk diikuti.
Perbedaan Sistim Ilmiah dengan Analisis Ilmiah

Sistim ilmiah serta analisa ilmiah, dua frase yg berkesan punya pengertian sama ini nyata nya punya perbedaan keduanya. Ada dua (2) hal minimalnya, yg membedakan pada sistem ilmiah dengan analisa ilmiah. Butuh dipahami bahwasanya tiap-tiap analisa ilmiah wajib menggunakan sistem ilmiah, walau demikian tiap-tiap sistem ilmiah belum pasti analisa ilmiah. Tujuannya begini, prinsip-prinsip yg dimanfaatkan dalam sistem ilmiah dimanfaatkan juga dalam analisa ilmiah.

10 Langkah Utama : 

Langkah 1 : Tentukan tema
Langkah 2 : Letakkan kabar
Langkah 3 : Siapkan kartu bibliografi
Langkah 4 : Siapkan lembar catatan
Langkah 5 : Siapkan outline
Langkah 6 : Bikin draf
Langkah 7 : Periksa kembali draf
Langkah 8 : Siapkan bibliografi yg digunakan
Langkah 9 : Siapkan halaman judul serta tabel daftar isi
Langkah 10 : Teliti paling akhir

Adapun letak ke dua perbedaan sistem ilmiah dengan analisa ilmiah, seperti udah dimaksud diatas merupakan : (1) dalam hal rumusan permasalahan ; serta (2) dalam hal langkah kerja pemecahan permasalahan. Mari kita jabarkan satu persatu.

Rumusan Problem

Rumusan permasalahan dalam sistem ilmiah mampu berwujud permasalahan yg benar-benar simple atau permasalahan yg kita dapati dalam kehidupan sesehari, contohnya waktu hari hujan, diantara pojok lantai kamar dirumah anda jadi menjadi basah. Buat merampungkan permasalahan simple ini anda tidak usah melaksanakan analisa ilmiah, cukup berpikirdengan memanfaatkan sistem ilmiah. Sebaliknya dalam analisa ilmiah rumusan permasalahan cukup kompleks jadi perlu kesibukan yg kompleks juga buat merampungkan/memecahkannya. Dalam analisa ilmiah anda wajib membuat instrumen buat menghimpun data dengan benar, pelajari data, dsb. Jalankan analisa ilmiah butuh saat yg lebih lama, kurang cuma satu atau dua hari saja seperti anda memecahkan permasalahan sesehari yg simple lewat sistem ilmiah. Misal permasalahan analisa ilmiah yg cukup kompleks contohnya : Apa elemen-faktor yg memicu terjadinya penurunan prestasi siswa-siswa kelas XA SMA SukaMoro? Buat memecahkan permasalahan ini tak mampu ditunaikan dengan cara simple lewat sistem ilmiah, namun mestinya dengan analisa ilmiah yg dalam pelaksanaannya terus menggunakan prinsip-prinsip sistem ilmiah.
Langkah Kerja Pemecahan Problem

Pendek kata pada paragraf pada mulanya mengenai rumusan permasalahanpun kita telah mampu menyadari bahwasanya langkah kerja dalam analisa ilmiah lebih kompleks dibandingkan langkah kerja pada sistem ilmiah. Sepanjang mengerjakan analisa ilmiah dibutuhkan ketekunan, kesabaran, kecermatan, serta keterampilan spesial. Analisis ilmiah ditunaikan dengan cara sadar, teliti serta systematis perihal subyek khusus jadi mampu mengutarakan fakta-fakta, teori-teori, atau aplikasi-aplikasi. Analisis ilmiah juga terkait dengan melakukan perbaikan suatu hal yg tengah jalan baik berwujud fakta, teori atau kesibukan, serta bukan sekedar membuka beberapa hal yg miliki sifat baru. Analisis ilmiah (scientific research) bukan sekedar usaha yg ditunaikan buat pemuasan rasa pengen th., namun juga terkait dengan usaha buat memecahkan beberapa masalah yg terkait dengan beberapa gejala sosial maupun kebendaan (alam).
Langkah-Langkah Analisis Ilmiah

Sistem proses analisa ilmiah terbagi dalam beberapa langkah yg juga menggunakan prinsip sistem ilmiah. Adapun beberapa langkah yang wajib ditunaikan sepanjang melaksanakan analisa ilmiah merupakan sebagaimana berikut :
mengidentifikasi serta merumuskan permasalahan
melaksanakan studi pendahuluan
merumuskan hipotesis
mengidentifikasi variabel serta arti operasional variabel
tentukan rancangan serta rancangan penelitian
tentukan serta meningkatkan instrumen penelitian
tentukan subyek penelitian
mengerjakan penelitian
melaksanakan pengamatan data
merumuskan hasil analisa serta pembahasan
membuat laporan analisa serta melaksanakan desiminasi.

Selanjutnya kita ulas tiap-tiap beberapa langkah analisa ilmiah (scientific research) itu, di bawah ini.
Mengidentifikasi serta Merumuskan Problem

Seperti perihal dalam sistem ilmiah, pada analisa ilmiah juga wajib berangkat dari terdapatnya masalah yg pengen pecahkan. Sebelum saat mengerjakan analisa ilmiah butuh ditunaikan identifikasi permasalahan. Sistem identifikasi permasalahan utama ditunaikan supaya rumusan permasalahan jadi tajam serta sbg wujud data awal bahwasanya dalam analisa ilmiah itu memanglah diperlukan pemecahan permasalahan lewat analisa. Identifikasi permasalahan dirumuskan bersesuaian seperti latar belakang permasalahan, berdasar fakta serta data yg ada di lapangan. Identifikasi permasalahan biasanya dirumuskan dalam wujud kalimat deklaratif, sesaat rumusan permasalahan ditulis dalam wujud kalimat bertanya (berupa pertanyaan).
Jalankan Studi Pendahuluan

Didalam analisa ilmiah, butuh ditunaikan suatu studi pendahuluan. Peneliti mampu mengerjakannya dengan menelusuri serta menyadari kajian pustaka buat bahan penyusun landasan teori yg diperlukan buat membuat hipotesis ataupun pengkajian hasil analisa selanjutnya. Suatu analisa disebutkan bagus jika didasarkan pada landasan teori yg kukuh serta relevan. Banyak teori yg bersesuaian dengan analisa, tapi nyata nya kurang relevan. Oleh maka itu, butuh ditunaikan usaha membedakan teori yg sesuai sama. Diluar itu studi pendahuluan yg ditunaikan peneliti lewat pengkajian kepustakaan akan bikin analisa lebih konsentrasi pada permasalahan yg diperiksa jadi mampu mempermudah penentuan data apa yg selanjutnya dapat diperlukan.
Merumuskan Hipotesis

Hipotesis butuh dirumuskan dalam suatu analisa ilmiah, lebih-lebih analisa kuantitatif. Dengan menyebutkan hipotesis, maka analisa ilmiah yg ditunaikan peneliti dapat lebih konsentrasi pada permasalahan yg diangkat. Diluar itu dengan rumusan hipotesis, seseorang peneliti tidak usah lagi direpotkan dengan data-data yg semestinya tak dibutuhkannya, dikarenakan data yg diambilnya lewat instrumen analisa semata-mata data-data yg terkait segera dengan hipotesis. Data-data ini sajalah yg selanjutnya dapat dianalisis. Hipotesis erat hubungannya dengan asumsi basic. Asumsi basic adalah ikhtisar yg kebenarannya mutlak jadi waktu seorang membaca satu asumsi basic, tidak akan menyangsikan kebenarannya.
Mengidentifikasi Variabel serta Arti Operasional Variabel

Suatu variabel dalam analisa ilmiah merupakan fenomena yg dapat atau tidak lagi berjalan sbg gara-gara terdapatnya fenomena lain. Variabel analisa benar-benar butuh tergantung supaya permasalahan yg diangkat dalam suatu analisa ilmiah jadi terang serta terarah. Dalam langkah seterusnya, sehabis variabel analisa tergantung, maka peneliti butuh bikin arti operasional variabel itu sesuai sama dengan maksud atau maksud analisa. Arti operasional variabel merupakan arti spesial yg dirumuskan sendiri oleh peneliti. Arti operasional tak samadengan arti rancangantual yg didasarkan pada teori khusus.
Tentukan Rancangan atau Rancangan Penelitian

Rancangan analisa kerap juga dikatakan sebagai rancangan analisa. Rancangan analisa adalah prosedur atau beberapa langkah aplikatif analisa yg berfungsi sbg arahan dalam mengerjakan analisa ilmiah untuk si peneliti yg mengenai. Rancangan analisa wajib diputuskan dengan cara terbuka jadi orang lain mampu mengulang prosedur yg ditunaikan buat menunjukkan kebenaran analisa ilmiah yg udah ditunaikan peneliti.
Tentukan serta Meningkatkan Instrumen Penelitian

Apakah yg disebut dengan instrumen analisa? Instrumen analisa adalah alat yg dimanfaatkan oleh peneliti buat menghimpun data yg dibutuhkannya. Beraneka alat serta tehnik pengumpulan data yang bisa di pilih sesuai sama dengan maksud serta style analisa ilmiah yg ditunaikan. Tiap tiap wujud serta style instrumen analisa punya keunggulan serta kelemahannya masing-masing. Maka itu saat sebelum tentukan serta meningkatkan instrumen analisa, butuh ditunaikan pertimbangan-pertimbangan khusus. Di antara syarat-syarat pertimbangan yang bisa dimanfaatkan buat tentukan instrumen analisa merupakan kesesuaiannya dengan permasalahan analisa yg pengen dipecahkan. Tdk seluruhnya alat atau instrumen pengumpul data pas dimanfaatkan buat penelitian-penelitian khusus.
Tentukan Subyek Penelitian

Orang yg terlibat dalam analisa ilmiah serta berfungsi sbg sumber data dimaksud subyek analisa. Kerapkali subyek analisa terkait dengan populasi serta sampel analisa. Bila analisa ilmiah yg ditunaikan memanfaatkan sampel analisa dalam suatu populasi analisa, maka peneliti wajib waspada dalam tentukannya. Hal semacam ini dipicu, analisa yg memanfaatkan sampel sbg subyek analisa dapat menyimpulkan hasil analisa yg berlaku umum pada semua populasi, biarpun data yg di ambil cuma adalah sampel yg jumlah makin lebih kecil dari populasi analisa. Pengambilan sampel analisa yg salah dapat mengarahkan peneliti pada ikhtisar yg salah juga. Sampel yg di pilih wajib merepsentasikan populasi analisa.
Mengerjakan Penelitian

Proses analisa merupakan sistem pengumpulan data sesuai sama dengan rancangan atau rancangan analisa yg udah di buat. Proses analisa wajib ditunaikan dengan cara teliti serta hati-hati dikarenakan kan terjalin dengan data yg dihimpun, keabsahan serta kebenaran data analisa pastinya dapat tentukan mutu analisa yg ditunaikan. Kerapkali peneliti kala ada di lapangan dalam mengerjakan penelitiannya terkecoh oleh beraneka data yg sekelebat seluruhnya terlihat utama serta miliki nilai. Peneliti wajib konsentrasi pada pemecahan permasalahan yg udah dirumuskannya dengan berpedoman pengambilan data berdasar instrumen analisa yg udah dibuatnya dengan cara ketat. Menurut langkah pengambilan data pada subyek analisa, data mampu dibedakan jadi dua jenis, yakni data segera serta data tak segera. Data segera merupakan data yg dicapai dengan cara segera oleh peneliti dari sumber data (subyek analisa), sesaat data tak segera merupakan data yg dicapai peneliti tiada terjalin dengan cara segera dengan subyek analisa yakni lewat pemakaian media khusus contohnya wawancara memanfaatkan telephone, dan lain-lain.
Jalankan Riset Data

Pada hakekatnya merumuskan hasil analisa serta melaksanakan pengkajian merupakan kesibukan menjawab pertanyaan atau rumusan permasalahan analisa, sesuai sama dengan hasil pengamatan data yg udah ditunaikan. Pada waktu melaksanakan pengkajian, artinya peneliti melaksanakan interpretasi serta diskusi hasil analisa. Hasil analisa serta pemabahasannya adalah inti dari suatu analisa ilmiah. Pada analisa ilmiah dengan menyerahkan hipotesis, maka pada langkah inilah hipotesis itu dinyatakan di terima atau tidak diterima serta dibicarakan kenapa di terima atau tidak diterima. Apabila hasil analisa memberi dukungan atau menampik satu prinsip atau teori, maka dibicarakan juga kenapa sekian. Bahasan analisa wajib dikembalikan pada teori sebagai sandaran analisa ilmiah yg udah ditunaikan.
Membuat Laporan Analisis serta Jalankan Desiminasi

Beraneka data yg terkumpul kala peneliti mengerjakan analisa ilmiahnya tidak lagi punyai kana apa pun saat sebelum ditunaikan pengamatan. Ada beraneka alat yang bisa dimanfaatkan buat melaksanakan pengamatan data, tergantung pada style data itu sendiri. Apabila analisa ilmiah yg ditunaikan miliki sifat kuantitatif, maka style data dapat miliki sifat kuantitatif juga. Apabila analisa miliki sifat kualitatif, maka data yg dicapai dapat miliki sifat kualitatif serta seterusnya butuh di proses jadi data kuantitatif. Oleh karena itu butuh dimanfaatkan statistik dalam pemrosesan serta pengamatan data.
Merumuskan Hasil Analisis serta Pembahasan

Seseorang peneliti yg udah melaksanakan analisa ilmiah harus membuat laporan hasil penelitiannya. Penataan laporan serta desiminasi hasil analisa adalah langkah paling akhir dalam proses analisa ilmiah. Format laporan ilmiah kerap kali udah dibakukan berdasar institusi atau pemberi sponsor dimana penelitia itu mengerjakannya.

Baca juga artikel mengenai Aspek Kehidupan Alami kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar