3 April 2014

Kegunaan Dan Manfaat Teknologi Informasi/TI Dalam Bimbingan Dan Konseling

Teknologi Informasi Sekarang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang Pendidikan- Dan kini dalam Bimbingan Dan Konseling dalam pelaksanaan BK juga menggunakan sarana tersebut. Dalam kasus BK konvensional ada banyak kendala yang terjadi, seperti jumlah konseli yang terlalu banyak sedangkan jumlah konselor tidak sebanding, terbatasnya waktu yang dimiiki konselor dan konseli untuk melakukan konseling dan layanan BK lainnya, dan rendahnya tingkat profesionalitas konselor yang harus ditingkatkan melalui teknologi. Teknologi bisa membuat kinerja konselor menjadi lebih cepat, mudah, dan tertangani dalam pelayanan BK sehingga konselor akan lebih produktif dan lebih profesional. TI mempunyai manfaat dan peranan dalam Bimbingan dan Konseling. Peranan TI dalam BK sebagai media canggih yang akan mempermudah jalannya suatu pelayanan BK, sebagai cara untuk meningkatkan keterampilan dan kreatifitas konselor dalam menyajikan layanan BK yang dinamis sehingga konseli tidak merasa jenuh dan menganggap BK ketinggalan zaman, sebagai alat untuk meningkatkan prestise BK pada masyarakat, sebagai layanan dukungan sistem pada BK agar layanan yang diberikan menjadi lebih efektif dan efesien, sebagai media untuk mempermudah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam kegiatan BK, sebagai media yang bisa meningkatkan produktifitas kinerja konselor, sebagai media yang mempengaruhi program BK yang lebih modern, sebagai media untuk menghilangkan masalah jarak dan waktu yang dialami konselor dan konseli ketika pelayanan BK berlangsung, dan sebagai alat untuk memperkuat kompetisi terhadap profesi lainnya agar BK tidak ditinggalkan oleh konseli.

TI sekarang sudah tak asing lagi dunia pendidikan baik formal maupun semiformal atau pun nonformal. Oleh sebab itu, seluruh bagian yang terintegrasi oleh pendidikan terutama pendidikan formal akan dituntut untuk melaksanakan tugasnya dengan menggunakan teknologi. Begitu pula dengan Bimbingan dan Konseling (BK) yang menjadi bagian yang terintegrasi oleh komponen pendidikan formal, dituntut pula menggunakan TI dalam menjalankan program Bimbingan dan Konseling.

TI juga mempunyai manfaat dalam BK, yaitu membantu konselor dalam mengolah dan menyimpan data konseli secara lebih aman dan data lainnya yang dibutuhkan dalam BK, membantu konselor untuk melakukan cyber counseling, membantu konselor untuk mempublikasikan informasi secara up to date dan lebih luas jangkauannya tanpa harus bertemu secara face to face, membantu konselor dalam melaksanakan program agar lebih efektif dan efesien melalui aplikasi khusus tentang instrumen BK, membantu konselor dalam berkomunikasi dengan konseli dengan lebih mudah, membantu konselor untuk memperoleh data lebih mudah, membantu konselor untuk melaksanakan pendekatan dengan konseli melalui alat komunikasi canggih, mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data., membantu konselor dalam menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang bisa mengaksesnya, menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur, membantu konselor dalam melakukan assesmen terhadap konseli khusunya pada Inventori Tugas Perkembangan (ITP) dan Analisis Tugas Perkembangan (ATP) yang sudah dikembangkan, membantu konselor memberikan pelayanan melalui internet. Dalam aplikasinya teknologi dan informasi ini lebih diarahkan untuk membantu konseli dalam pemenuhan kebutuhan informasi terutama ketika seorang konseli ingin melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya. Kelebihan daripada ini, konseli lebih cepat mengakses semua informasi yang ada dan tidak harus melakukan proses konseling secara langsung.

Pemanfaatan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling memberikan dampak positif dan negative. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya interaksi antara konselor dengan kliennya yang tidak harus bertatap muka dalam pelaksanaan proses bimbingan dan konseling. Teknologi informasi juga memudahkan klien untuk mendapatkan informasi yang dia butuhkan pada saat itu juga. Dalam proses bimbingan dan konseling ada banyak yang belum mengetahui pemanfaatan media teknologi informasi untuk menunjang layanan bimbingan dan konseling. Konselor sekolah tidak semuanya mengerti atau paham tentang penggunaan internet. Padahal internet merupakan media yang sangat efektif dalam proses layanan bimbingan dan konseling. Untuk itu, perlu adanya suatu sosialisasi untuk meningkatkan kinerja konselor di sekolah dalam hal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar nantinya bidang bimbingan dan konseling tidak lagi menjadi bidang layanan yang membosankan dan menjenuhkan. Tidak hanya konselor yang perlu diberikan sosialisasi. Para konseli yang dalam hal ini adalah siswa juga perlu diberikan suatu sosialisasi agar kemajuan teknologi informasi tersebut bisa dimanfaatkan sesuai apa yang diharapkan. Dengan kata lain, teknologi informasi tersebut tidak disalahgunakan untuk hal yang negatif.
Jika konselor dan konseli sudah paham akan manfaat dan pentingnya teknologi informasi dalam menunjang proses layanan bimbingan dan konseling, maka ke depannya bimbingan dan konseling akan menjadi suatu bidang pendidikan yang inovatif dan efisien berkat kemajuan teknologi informasi namun tetap tidak menghilangkan esensi dari layanan bimbingan dan konseling itu sendiri.

Fungsi dan Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling

1.      Fungsi Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling
Teknologi informasi dalam bimbingan konseling mempunyai beberapa fungsi, terutama komputer dan internet. Diantaranya:
1)      Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data.
2)      Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang bisa mengaksesnya.
3)      Membantu individu maupun kelompok untuk bisa berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling.
4)      Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik.
5)      Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur.

2.      Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling
Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran guru bimbingan konseling akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang diberikan oleh teknologi informasi itu sendiri,  memungkinkan antar pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya bisa bertukar pikiran. Teknologi informasi pun bisa meningkatkan kinerja dan memungnkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor itu sendiri.

3.      Penggunaan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling (BK)
Penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan. Namun demikian yang paling besar pengaruhnya adalah di Perguruan Tinggi, di mana hampir semua perguruan tinggi di Indonesia sudah memanfaatkan teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun secara pnline. Sebagai contoh seorang dosen dalam menyampaikan materinya tidak hanya mengandalkan media konvensional saja, melainkan sudah menggunakan unsur teknologi di dalamnya. Biasanya seorang dosen atau guru di PT tertentu dalam menyampaikan materi kuliah ditampilkan dalam bentuk slide presentasi dengan bantuan komputer. Dengan teknologi ini mahasiswa atau siswa bisa mengikuti matakuliah dengan baik, karena materi yang disampaikan selain mengandung materi yang berbobot juga mengandung unsur multimedia yang bisa menghibur.  Di mana dengan bantuan komputer yang dihubungkan dengan multimedia proyektor seorang dosen tidak perlu menekan tombol keyboard atau papan ketik melainkan cukup menekan remote control yang dipegangnya.

Sumber:
http://indrasanjaya90.blogspot.com/2012/01/manfaat-teknologi-informasi-bimbingan.html
http://pongpung.wordpress.com/2011/05/25/manfaat-ti-dalam-bimbingan-dan-konseling/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar