15 April 2014

Etnografi Kebudayaan Masyarakat Desa Tawangsari Tulungagung

Sistem Religi Dan Kepercayaan-Sebelum mengenal lebih dalam alangkah baiknya kita mengerti dahulu apa Tujuan dari konseling lintas budaya psikologi tentang hal yang akan dibahas. Yaitu tujuannya adalah untuk mengerti manusia dan perilakunya dengan kebudayaan yang ada sangat kental serta beragam dengan kebudayaan yang tentu ada disekitar kita. agar melihat kedua perilaku universal dan perilaku mereka yang unik, dan untuk mengidentifikasi cara di mana budaya dampak perilaku kita, kehidupan keluarga, pendidikan, pengalaman sosial dan daerah lainnya.

1. Kepercayaan Tradisional
Masyarakat Desa Tawangsari, Tulungagung, Jawa Timur percaya kepada arwah/roh leluhur dan mkhluk halus seperti lelembut, tuyul, dedemit, dan jin. Selain itu juga mengenal Selamatan yaitu, upacara makan bersama yang telah diberi do’a sebelumnya, karena makna dari selamatan sendiri adalah ungkapan do’a.
Pada bulan sapar diadakan upacara memperingati hari jadi Desa Perdikan Tawangsari dengan membuat tumpeng, lengkap beserta makanan dan hasil bumi daerah perdikan. Tumpeng tersebut diarak keliling desa dengan dikawal Prajurit Mataram dan pertunjukan-pertunjukan. Kemudian dibacakan do’a di Masjid Jami’ Tawangsari dan dibacakan “Layang Kekanungan” dengan lagu macapat kemudian dibawa ke Balai Desa Tawangsari untuk dimakan bersama.
Pada bulan Mulud ada upacara Muludan, dengan membagikan tumpeng kepada masyarakat setelah dibacakan do’a dan ayat suci Al-Qur’an. Tradisi tersebut merupakan kelanjutan tradisi pada Keraton Ngayogyakarta
Selain itu, ada empat selamatan di Desa Tawangsari, yaitu :
1. Selamatan Lingkaran Hidup Manusia meliputi :
Hamil tujuh bulan
Potong rambut pertama pada bayi yang baru lahir
Kematian
Kebiasaan yang terjadi di masyarakat Desa Tawangsari apabila ada orang yang meninggal dunia maka diadakan selamatan kematian, yang meliputi : 1 sampai 7 hari kematian, 40 hari kematian (petang puluh dino), 100 hari kematian (satus dino), 1000 hari kematian (sewu dino) dan tepat jatuhnya hari kematian (pendak).
Kelahiran
Masyarakat Desa Tawangsari biasa menyebutnya dengan istilah :

  • Brokohan (Ketika bayi baru lahir)
  • Sepasaran (Ketika berumur 5 hari)
  • Selapan (Ketika berumur 108 hari)
  • Pitonan (Ketika berumur 7 bulan)
  • Nyetahun (Ketika berusia 1 tahun)


2. Selamatan Bersih Desa
Tujuandari selamatan bersih desa untuk menghindarkan desa dari
bencana dan marabahaya serta membersihkan lingkungan desa. Sedangkan maknanya ialah ritual untuk ruwatan dan membersikan desa dari roh-roh jahat dan segala sesuatu yang buruk. Biasanya  bersih desa diisi dengan do’a, seperti Yasin dan Tahlil yang dilakukan di Balai Desa.

3. Selamatan Hari Besar Islam
Masyarakat Desa Tawangsari biasa melakukannya setelah sholat
Ied, pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Selamatan ini diadakan di Masjid Jami’ Tawangsari dan di Mushola sekitar untuk jama’ah laki-laki dan di Pendopo Mbedalem Tawangsari untuk jama’ah wanita. Bacaan yang dibaca adalah Tahlil dan diakhiri oleh do’a yang dipimpin oleh pemuka agama/ Kyai.

Baca juga artikel terkait tentang Konseling Lintas Budaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar