9 Desember 2013

Contoh Konseling Kelompok


1. Nama Konselor : Andi Pradana
2. Identitas konseli
Nama         : Heru Mahendra
Tempat, Tanggal Lahir : 15 Juni 1991
Alamat         : Mantingan, Jawa Timur
Usia                 : 21tahun
Pendidikan         : Menempuh S1

3. Problem atau Masalah Konseli: Tentang Kesepian, kesepian yang dikarenakan merasa tidak punya teman dekat atau sahabat, serta merasa susah untuk bersosialisasi atau mendapatkan teman baru. Dan kesepian sering dialami oleh konseli dan menimbulkan ketidaknyamanan dalam dirinya. Akan tetapi, kesepian yang dialami konseli ini terkadang tidak disadari dan dianggap masalah yang sepele, sehingga seringkali diabaikan. Oleh karena itu, konseli mengungkapkan permasalahan kesepian yang dialaminya, dan ingin mengatasi berbagai faktor penyebab, serta solusi-solusi yang mampu mengatasinya.

4.     Keluhan                   : Kurang bersemangat dalam aktivitas sehari-hari, merasa bahwa diri konseli kurang berguna didalam berteman dan dimasyarakat meski sebenarnya dirinya sedang berada dilingkungan tersebut.


5. Model Konseling   : TERAPI HUMANISTIK, yaitu Membantu konseli menemukan konsep dirinya yang lebih positif lewat komunikasi konseling, dimana konselor mendudukan konseli sebagai orang yang berharga, orang yang penting, dan orang yang memiliki potensi positif dengan penerimaan tanpa syarat, yaitu menerima konseli apa adanya. Tujuan utama pendekatan konseling yaitu pencapaian kemandirian dan integrarsi diri. Dalan pandangan rogres (1977) tujuan konseling bukan semata-mata menyelesaikan masalah tetapi membantu konseli dalam proses pertumbuhannya sehingga konseli dapat mengatasi masalah yang dialaminya sekarang dengan lebih baik dapat mengatasi masalahnya sendiri dimasa yang akan datang (corey, 1986, p. 103).

6. Teknik Pemecahan Masalah : Yaitu menyadarkan klien/konseli bahwa setiap individu memiliki keyakinan bahwa individu pada dasarnya baik. Hal ini dideskripsikan lagi bahwa manusia memiliki tendensi untuk berkembang secara positif dan konstruktif realistis, dan dapat dipercaya. dan Selanjutnya setiap manusia memiliki dorongan dari dalam untuk mengembangkan strategi yang membuat dirinya berfungsi secara penuh. dan Menurut (corey, 1986, p. 102). pendekatan konseling, yaitu manusia dipandang sebagai insan rasional, makhluk sosial, realistis dan berkembang . konselor berperan mempertahankan tiga kondisi inti yang menghadirkan iklim kondusif untuk mendorong terjadinya perubahan terapeutik dan perkembangan konseli. Dalam peran tersebut konselor menunjukan sikap yang selaras dan keaslian, penerimaan tanpa syarat, dan pemahaman empati yang tepat. Dengan demikian, konselor Berfukus pada sifat dari kondisi manusia yang mencangkup kesanggupan untuk menyadari diri, bebas memilih untuk menentukan nasib sediri, kebebasan dan tanggung jawab, dan sebagai konselor harus dapat meyakinkan bahwa sebenarnya kecemasan sebagai suatu unsur dasar, pencarian makna yang unik didalam dunia yang tak bermakna.

7.      Kesimpulan : Kesepian sering dialami oleh banyak orang dan menimbulkan ketidaknyamanan dalam dirinya. Hal ini dikarenakan manusia pada dasarnya membutuhkan interaksi yang sehat terhadap sesama serta saling membutuhkan satu sama lain. Akan tetapi, kesepian yang dialami terkadang tidak disadari dan dianggap masalah yang kurang begitu penting, sehingga seringkali diabaikan. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman tentang kesepian yang sedang dialami konseli dan ditujukan kepada konselor agar mendapatkan berbagai solusi didalam faktor penyebab kesepian, serta solusi-solusi yang mampu mengatasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar