12 November 2013

Penyakit Modern Dalam Dunia Industri Dan Usaha

Penyakit dalam faham yang luas diartikankan sebagai suatu kegagalan melawan atau kegagalan reaksi seseorang terhadap intergritas fisik dan mentalnya.

Timbulah selanjutnya reaksi-reaksi dari organisme dalam menghadapi ancaman dan cercaan yaitu :
1. Keracunan
2. Macam-macam alergi
3. Infeksi disebabkan bakteri,virus dan jamur
4. Kerusakan mekanis atau organis
5. Kekurangan makan,gizi dan gangguan pencernaan
6. Kedinginan atau kepanasan yang hebat
7. Serangan serangga
8. Kelelahan
9. Ketakutan,kecemasan dan tekanan-tekanan emosional dengan simpton kaitannya

Gangguan-gangguan emosional yang serius dan khronis bisa memprodusir respon-respon fisiologis yang mengakibatkan peyakit berupa kerusakan struktural pada tubuh dan jika lebih serius ,dapat menyebabkan kematian.maka faktor penyebab dari penyakit psikosomatis adalah juga tekanan-tekanan emosional tadi. 

Stress atau tekanan emosional itu merupakan respons darurat dari tubuh menghadapi frusrasi yang terus menerus.individu yang selalu marah,dongkol,cemas,takut dan tidak berselera makan maka ia akan mudah mendapatkan gangguan pada alat pencernaan.
Stress bisa juga berwujut simpton-simpton lain, seperti:
Migraine,radang usus besar,bisul di lambung perut,kejang jantung,serangan jantung/pembekuan darah dalam pembuluh nadi dan pembekuan darah pada otak.
Asthma,macam-macam alergi.juga berbagai macam penyakit gynaekhologis pada wanita.radang sendi reumatik,gangguan pada kelenjar gondok diabetes ,gula dan obesitas.
Alopecia areata(semacam kebotakan),bermacam-macam eksim kulit,dermatitis industri atau radang infeksi kulit di dunia industri,macam-macam encok,radang urat syaraf dan linu pada pinggul. Gangguan emosional ini termasuk dalam katagori gangguan psikolgis,pada abad modern sekarang ,gangguan-gangguan psikologis dengan macam-macam simptom penyakit semakin bertambah banyak jumlahnya .peristiwa ini di cerminkan oleh semakin banyaknya pasien dengan gangguan mental,penderita alkoholik.ekses yang khronis dari bahan narkotik dan orang yang nervous
Individu yang banyak menderita penyakit modern terutama di dunia manajemen ,bussiness dan industri ialah;
Direktur direktur, para manajer, dan pelaksana exekutif perusahaan yang mendududki posisis tinggi. Sedang jumlah paling minim dari orang yag berpenyakit modern terdapat di kalanagan petani di desa
Orang-orang yang menderita penyakit lambung pada umumnya adalah indvidu yang terlalu berhati-hati, terlampau berhati-hati dan bersungguh-sungguh bekerjanya, juga berambisi namun selalu dalam kondisi ketakutan.gangguan-gangguan emosional serta konflik-konflik batin yang serius dan lama sebagi akibat dari frustasi, menyebabkan keluarnya asam lambung terlalu banyak dan berkurangnya lendir lambung. Jumlah lendir lambung yang sedikit ini tidak mampu menetralisir asam lambung yang semakin menumpuk, sehingga menyebabkan usus 12 jari , organ perut dan lambung peka sekali mendapat luka-luka oleh banyaknya asam lambung. Terjadilah kemudian borok bernananh pada alat pencernaan/ peptic ulcer. Borok ini berfariasi , dari yang paling ringan berupa radang dan luka kecil, sampai pada borok yang berat bernanah dan berdarah yang menembus dinding lambung serta usus usus.

Banyak direktur perusahaan yang sukses serta manajer yang ambisius dan agresif mengidap penyakit peptic ucler. Juga orang orang yang selalu mengembangkan sikap curiga, was-was , cemas, dan agresif banyak di ganggu oleh penyakit ini.
Individu yang menderita tekanan batin dan meninggal oleh penyakit jantung serta gangguan pada urat-urat darah. Pada usia 40-50 an skarang ini semakin menanjak jumlahnya di industri perusahaan.
Kasus yang paling banyak dari Psikosomatis di dunia perusahaan dan industri adalah : hipertensi, kejang jantung, pembekuan dalam pembuluh nadi yang semuanya sering kali menyebabkan kematian.
Penyakit serangan jantung biasanya terdapat pada orang yang selalu di dorong kebutuhan untuk mencapai prestasi, over ambisius, yang memiliki otoritas menilai dengan pertimbangan subyektif dan duduk sebagai seorang pemimpin. Sedangkan orang-orang yang banyak menderita tekanan tinggi ialah mereka yang selalu di muati rasa agresif atau amarah , benci dendam, iri hati, dan selalu menekan-nekan perasaan yang negatif. Kemudian orag-orang yang menderita puru pada usus 12 jari biasanya ialah para supervisor dan para exekutif
Penyakit lain yang disebut sebagai “dermatitis industri” ( radang atau infeksi kulit di dunia industri) sebenarn ya adalah : bentuk neuosis disebabkan oleh moral kerja yang rendah. 

penyebab utama dari dermatitis industris ialah :
a. iritasi emosional yang di sebabkan oleh industri pabrik, industri dan perusahaan.
b. Semakin sedikit enderita neurosa dan dermatitis di perussahaan, dan semakin sedikit pula jumlah kecelakaan.

Laporan dinas kesehatan menyatakan bahwa jumlah kecelakaan , peristiwa breakdown neurotis, serta gangguan psikonomatis itu paling banyak terjadi pada :
a. Masa pengarahan tenaga atau rekruitmen.
b. Pada peroide masuk , diaman karyawan itu merasakan iklim psikis “ belum di terima oleh kelompoknya”

Sedang di dunia perusahaan banyak individu mengalami kesulitan emosional dan kesukaran adaptasi psikologis sehingga mengalami kepatahan mental ( mental breakdown) yaitu pada saat : 
1. Perode adaptasi terhadap pekerjaan baru.
2. mendapatkan supervisi dari seorang supervisor baru .
3. menerima tanggung jawab baru sesudah mendapatkan promosi.
4. bekerja kembali di kantor, sesudah dinas luar atau sesudah absen yang cukup lama.

Gejala neurosisi dan debilitas nerveous ( sebagai akibat frusatasi berat), kebanyakan terdapat pada kelompok pegawai dan buruh dalam kondisi sebagai berikut :
1. Sering kali berpindah – pindah pekerjaan.
2. Tidak kawin.
3. Hidup berpisah atau bercerai.
4. Memiliki kontak sosoal yang miskin.
5. Tidak menyukai pekerjaannya.
6. Tugas pekerjaannya di rasakan terlalu rendah atau terlau tinggi bagi intelegensinya .
7. Terlalu panjang jam kerjanya.

A. GEJALA KECAPAIAN (KELELAHAN INDUSTRI)
Gejala pertama yang mengalami kelelahan ialah : berkurangnya minat pada pekerjaan, substraksi atau berkurangnya emosi dan bertambahnya faktor pengerem. Lalu timbul kejenuhan dan kelelahan dalam keadaan demikian , jika pekerjaan masih di teruskan, individu akan mengalami iritasi. Lalu timbu kejengkelan, hati menjadi resah, tidak sabaran, dan mudah marah.

Maka penting untuk di perhatikan ialah :
a. Kelelahan jasmani itu mutlak memerlukan istirahat dan tidur, untuk memulihkan tenaga dan produktifitas .
b. Kelelahan psikis dirasakan sebagia penghayatan “ habis terkuras “ . dan rasa lemah sekali, yang menjadi predisposis untuk timbulnya gangguan fungsi – fungsi psikis. Kondisi demikian merupakan fase transisi antara kondisi sehat dan sakit.
Kelelahan psikis di pabrik, perusahaan dan industri di sebabkan oleh : berpikir berat , tidak adanya minat terhadap pekerjaan, timbunya kejenuhan , kecemasan, ketakutan, dan kebencian.

Kondisi psikologis yang buruk di pabrik pasti akan menimbulkan gangguan emosional. Maka patut di perhatikan oleh para pimpinan , antara lain sbb :
1. Moral kerja yang rendah
2. Tidak ada disiplin kerja, disebabkan oleh supervisi yang salah
3. Monotonic kerja, tidak pernah dilakukan pergantian kerja
4. Tidak ada harmoni kelompok dan tidak ada harmoni sosial di dalam lingkungan perusahaan
5. Tidak ada kepastian ketja
6. Pemberian intensif kerja yang tidak tepat dan salah waktu
7. Sistem promosi dan sistem seleksi pegawai yang tidak betul dan tidak adil ; ada sistem nepotisme dan peng’anakemasan tanpa obyek obyektif.
Sehubungan dengan kejadian tersebut , ada 3 kesimpulan penting yaitu :

Pertama : pentingnya kelompok primer ( kelompok kerja , kelompok informal, face to face )  di perusahaan, lembaga, organisasi, jawatan, pabrik , industri dan seterusnya. Fungsinya ialah khusus untuk menjamin kesehatan fisik dan kesehatan mental, disiplin kerja, kegairahan kerja, dan kebahagiaan segenap karyawan.

Kedua : banyak sekali terdapat kasus gangguan psikosomatis dan gangguan neurotis yang khusus melanda pribadi-pribadi yang menduduki jabatan kunci. Yaitu para direktur , manajer, dan supervisor. Gejala-gejala penyakit peptic ucler (borok bernanah pada lambung) , serangan jantung, angina pectoris (kejang jantung ) dan tekanan darah tinggi, banyak menyerang kelompok pimpinan perusahaan.

Ketiga : masalah kesehatan fisik dan kesehatan mental di dunia perusahaan dan industri jadi semakin penting. Maka di samping efisiensi ekonomis dan teknis perlu diperhatikan efisiensi sosial.

Efisiensi sosial yang redah itu mencakup peristiwa : kesehatan fisik dan kesehatan mental  disebakan oleh :
a. Tidak efektifnya sistem kepemimpinan
b. Beroperasinya organisasi yang langsung mengakibatkan kesengsaraan batin sebab itu hendaknya perusahaan di lihat sebagai satu jaringan interelasi sosial yang mengandung dimensi ketegangan dan mempunyai “ kekuasaan “  menyebar kesengsaraan serta macam-macam penyakit jasmaniah ( disamping menyebar kesejahteraan materi dan fasilitas hidup )


B. DAMPAK NEGATIF DARI PIMPINAN ATAU MANAJER YANG SAKIT

Cara implisit bisa dinyatakan bahwa pimpinan perusahaan,manager-manager,supervisor dan para peelaksana eksekutif yang neurotis/psikosomatis pasti menyebarkan penyakitnya dalam lingkungan pegwainya,yang sama ganasnya dengan menyebarnya penyakit cacar.typus,kholera dan disentri.
Akan tetapi berbeda dengan kasus penularan typus dan cacar yang menyebarkan jenis mala yang sama,gangguan neurotis pada anggota direksi dan staff pimpinan perusahaan itu menyebarkan berbagai macam gangguan psikofisik yang berbeda.pada seorang menyebabkan gangguan neurosis ;pada orang lain mengakibatkan kematian oleh serangan jantung.pada orang lain lagi menyebabkan peptic ulce/menyebabkan penderitaan batin khronis,miggrain,usaha-usaha bunuh diri.karena jabatan dan kekuasaanya mereka bisa memanipulasikan bawahan,sekaligus menularkan “penyakitnya” yang menjadi predis patologis. Yaitu, mereka menstimulir kemunculan pribadi-pribadi yg psikosomatis, kaum neurotis yg dihantui kecemasan dan ketakutan serta delusi-delusi tertentu dan karyawan yg dihinggapi penyimpangan-penyimpangan kompensetaris lainya.

Termasuk dalam kelompok pembawa dan penyebar penyakit mental ini adalah:
a. Pemimpin-pemimpin,tokoh pemenrintahan, guru-guru, orang tua,eksekutf,para sarjana hukum, dokter, dll.
b. Penanggulangan masyarakat yang sakit dan bukan penanggulangan pribadi yang sakit.


C. PRODUK DARI DESINTEGRASI KULTURAL DAN DESINTEGRASI SOSIAL

Desintegrasi kultural itu mengakibatkan bentuk-bentuk penyimpangan sebagai berikut:
1.Masyarakat modern sekarang ini lebih mirip dengan “mob”(kumpulan massa)yang atomistis sifatnya.
2.Dalam masyarakat modern sekarang muncul ideal-ideal dan paham-paham hidup yang saling bertentangan,dimana individu tidak mampu mempersatukan.
3.Masyarakat modern itu terus-menerus menstimulir penghuninya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan materi baru yang selalu bertambah,dan tidak mungkin terpuaskan selama-lamanya.
Maka hasil dari desintegrasi sosial dan kompetensi massal itu makin berkembang rasa permusuhan antara individu satu dengan lainnya.perkembangan kapitalisme dengan jiwa yang kompetetif dan progresif menimbulkan kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan industri.Akan tetapi di pihak lain  juga mengakibatkan semakin parahnya desintegrasi kultural dan desintegrasi sosial yang selalu bergandengan tangan dengan desintegrasi mental.


D. MIKROKOSMOS SEBAGAI REFLEKSI MAKROKOSMOS

Fakta menyatakan,bahwa dalam masyarakat industri  itu terdapat sejumlah penderita psikosomatis dan neurosis dan jumlah tersebut terus meningkat sepanjang tahun.Hal ini membuktikan,bahwa pribadi yang neurosis tersebut merupakan mikrokosmos yang merefleksikan bentuk penyimpangan dari makrokosmos yang tengah sakit.
Neurosis dan psikosomatis itu pada umumnya tidak disebabkan oleh faktor tunggal seperti kecemasan  atau ketakutan.Akan tetapi disebabkan oleh berperangnya macam-macam emosi kuat yang konfliktius dalam jangka waktu yang cukup panjang. 

Emosi-emosi yang konfliktius itu mengandung dimensi ketegangan,itu disebabkan oleh;
1.Nafsu berkompetensi dan ambisi mencapai sukses kontra cinta sesama yang terus menerus berkecamuk di hati orang.
2.Keinginan untuk memenuhi kebutuhn-kebutuhn baru yang selalu muncul dan diciptakan oleh manusia modern,melawan keterbatasan kemampuan untuk memuaskannya,sehingga banyak orang mengalami frustasi hebat,tegank,dan tertekan batinnya.
3.Berkonfliknya kebebasan individu yang secara iidil ingin dicapainya sampai batas ujung berupa kebebasan mutlak,kontra keterbatasan dan limitasi secar faktual.
Kebudayaan tradisioanal yang tengah mengalami proses desintegrasi dan proses transisi yang serba cepat menuju masyarakat modern,mengalami kepatahan pada sisem-sistem nilainya;sehingga mengakibatkan banyak kasus kepatahan mental dan gangguan mental pada masyarakatnya.Di kota-kota besar di indonesia ,terutama di komplek-komplek pabrik,perusahaan dan industri,kita lihat sejumlah besar kasus gangguan mental sebagai produk dari masyarakat modern yang mengalami proses transisi dan desintegrasi .Maka kesukaran bagi masyarakat modern itu terutama berbentuk:
Tidak adanya filsafat hidup yang adekuat tepat yang bisa menjadi “benteng pelindung”atau jadi sandaran berpegang dan berorientasi secara batiniah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar