7 November 2013

Benarkah Sinar Matahari Bermanfaat untuk Kesehatan Mata?

Apa benar sinar matahari sangat baik untuk kesehatan mata kita?
Pertanyaan tersebut sering sekali masih dipertanyakan karena mayoritas orang beranggapan bahwa ungkapan tersebut membingungkan bahwa itu benar/salah. Pertanyaan saya, kenapa tak cari tahu informasi-informasi seputar kesehatan? OK, untuk postingan kali ini saya akan benar-benar mengungkap pertanyaan tersebut, namun menurut para pakar tentunya lho ya.. Ini dia..

Ketika kita melihat keluar dari rumah atau keluar dari tempat gelap terlihat begitu silau apabila kita lihat di siang yang terik, Dan banyak yang bilang bahwa alat indera yang penting untuk melihat ini merupakan bagian tubuh yang sering dijauhkan dan kita hindarkan dari sinarnya matahari. Namun para pakar mata pada saat saya temui, ternyata banyak para pakar memang benar bahwa sang mentari baik lho untuk kesehatan mata. Untuk lebih jelasnya mari kita simak ya pembahasannya.


Penulis penelitian Dr Cathy Williams, dari Bristol University, mengatakan penelitian ini adalah bukti langsung pertama manfaat cahaya alami untuk mata. Terutama untuk anak-anak, berada di luar ruangan tentu akan memperkuat dampak kesehatannya karena disamping efek fisik namun juga meningkatkan kesehatan psikologis mereka serta mengurangi resiko rabun jauh saat menginjak remaja dan dewasa nanti. Seperti yang disinggung pada paragraf sebelumnya, bahwa resiko rabun jauh dapat diminimalisir dari bantuan sinar matahari di luar ruangan, ini adalah hasil peneltian para pakar/ahli  yang diinformasikan oleh Daily Mail dalam waktu dekat ini. Para peneliti mengatakan ada hubungan kuat antara waktu yang dihabiskan di luar visi dengan penglihatan yang baik, terlepas dari riwayat keluarga, berapa banyak waktu yang mereka habiskan atau aktivitas fisik anak. Tim itu meneliti dengan melakukan tes mata terhadap 7.000 anak dari Selatan-Barat Inggris yang diperiksa pada usia Tujuh, Sepuluh, Sebelas, Duabelas dan Lima belas. Mereka juga memantau aktivitas fisik anak-anak lebih dari satu minggu. 

Mereka yang secara teratur menghabiskan waktu di luar rumah pada usia 8 atau 9 menunjukkan kecil kemungkinan untuk menderita rabun jauh bahkan disaat usia mereka 15 tahun. "Kami masih tidak yakin mengapa luar ruangan menjadi baik untuk mata anak-anak, tetapi mengingat manfaat kesehatan lain yang kita tahu kalau kita akan mendorong anak untuk menghabiskan banyak waktu di luar, walaupun tentu saja orang tua tetap harus mengikuti saran mengenai ancaman paparan sinar UV (ultraviolet),” katanya. 


"Sekarang ada kebutuhan untuk melakukan penelitian lebih lanjut menyelidiki berapa banyak waktu di luar yang dibutuhkan untuk melindungi terhadap miopia, usia berapa efek perlindungan itu, dan bagaimana efek perlindungan benar-benar bekerja, sehingga kita dapat mencoba dan mengurangi jumlah anak yang menjadi sedikit,“ lanjutnya. Antara seperempat dan setengah anak muda di Barat dan sampai Delapan Puluh Persen orang muda di beberapa bagian Asia Tenggara dipengaruhi oleh kecupetan, atau miopia. Lebih dari ⅓ orang dewasa dengan kondisi tersebut harus memakai kacamata untuk melihat benda jauh dengan jelas atau sebuah angka yang telah dua kali lipat dibesarkan, selama Tiga Puluh tahun terakhir. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar