27 Januari 2013

Hak Cipta McDonald'S


Dibawah ini adalah artikel Hak Paten KFC

Dengan lebih dari 30.000 situs pada tahun lima puluhan perusahaan Burger, McDonald’s adalah merek yang paling dikenal dan paling sukses di dunia waralaba. Tidak mengherankan, sebelum pengujian calon lainnya untuk franchisee untuk bertanya: Bagaimana waralaba banyak yang butuh biaya waralaba McDonald’s dan bagaimana McDonald’s? Anda mendengarnya hanya biaya $ 45.000 untuk waralaba Perkasa Mac, suatu investasi yang sangat terjangkau di daerah waralaba mereka. Biaya waralaba McDonald’s seperti kebanyakan hal dalam hidup adalah sedikit informasi hal yang berbahaya. 

Sementara McDonalds panggilan dengan biaya $ 45.000, hanya biaya waralaba pertama untuk biaya lisensi – mengisi dikenakan hulu untuk bergabung dengan jaringan. Ada komitmen keuangan yang jauh lebih besar dan biaya yang terkait dengan waralaba McDonald’s setelah penjualan. Pada awal investasi, di samping kualifikasi lainnya, dengan uang itu. Beberapa pilihan McDonald’s McDonald’s franchise pemilik setelah, ada dua cara untuk membeli waralaba McDonald’s, dan memasuki sistem mereka. Yang pertama dan paling sering metode ini adalah untuk membeli sebuah restoran yang ada, baik, dari McDonald’s atau pemilik waralaba McDonald’s atau operator.

Copyright © McDonald's Indonesia 2012. All Right Reserved

Kami beritahukan bahwa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten:
Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya (Pasal 1 Ayat 1).

                                   Patenkan Produk Anda DiBadan Hukum

Sejarah
Ray Kroc, Sang Pendiri McDonald’s
“Seandainya saya diberi sebuah batu bata setiap kali saya menyebut ‘Quality, Service, Cleanliness and Value’, barangkali saat ini saya telah punya cukup banyak bata untuk menjembatani Samudra Atlantik”
~ Ray Kroc


Biografi Ray Kroc

Ray Kroc mengawali karirnya sebagai pengemudi ambulans Palang Merah di tahun 1917, meski saat itu sebetulnya ia belum memenuhi syarat untuk terjun ke medan perang karena usianya yang baru menginjak 15 tahun. Namun niat mulia pria kelahiran Illinois ini tidak pernah terwujud karena perang telah terlebih dulu berakhir sebelum ia sempat menyelesaikan masa pelatihannya. Pada masa pasca Perang Dunia I, Ray mencoba beberapa macam pekerjaan sebelum akhirnya ia memfokuskan diri sebagai seorang salesman.


Di tahun 1954 Ray dikejutkan dengan datangnya pesanan dalam jumlah besar berupa 8 multi-mixer dari sebuah restoran di San Bernardino, California. Di sana ia menemukan sebuah restoran yang berskala tidak terlalu besar namun terbilang sukses yang dikelola oleh Dick dan Mac McDonald, dan Ray mengagumi efektifitas pengoperasian restoran tersebut. Restoran ini memiliki menu yang terbatas, dengan memfokuskan pada beberapa jenis, yaitu burger, fries, dan minuman dimana dengan menu terbatas mereka dapat fokus pada setiap detil tahap produksi agar sesuai dengan standar kualitas yang tinggi.

Kepada kakak-beradik tersebut, Ray mengungkapkan visinya untuk membuka cabang restoran McDonald’s di seluruh penjuru Amerika. Di tahun 1955, Ray mendirikan McDonald’s Corporation, dan lima tahun kemudian beliau memiliki hak eksklusif atas merk McDonald’s. Tiga tahun kemudian, McDonald’s berhasil menjual 100 juta hamburger.

Filosofi Unik
Perjalanan sukses Ray Kroc berawal dari sebuah ide untuk membangun jaringan restoran yang identik dengan kualitas tinggi, konsistensi serta keseragaman metode produksi. Beliau hendak menyajikan burgers, buns, fries dan minuman yang bercita rasa sama dimanapun juga.


Untuk mencapai hal ini, Ray menyatukan visi dengan pihak franchisee (penerima waralaba) dan pihak supplier (pemasok). Ia meyakinkan dan memotivasi mereka untuk bekerja sama dengan McDonald’s, dan bukan untuk McDonald’s. Untuk menguatkan filosofi ini, Ray menciptakan slogan “In business for yourself, but not by yourself” – bekerja untuk diri sendiri, namun tidak bekerja sendiri. Dari filosofi inilah jaringan restoran McDonald’s terbangun.

Etos kerja jarigan restoran McDonald’s ini didasari oleh prinsip 3 kaki yang menopang berdirinya sebuah bangku (“3-legged stool”) : kaki pertama adalah McDonald’s, kaki kedua adalah franchisee dan yang ketiga adalah supplier. Tanpa salah satu kaki, bisnis tidak akan berjalan optimal.

Penghargaan Untuk Inovasi
Ray Kroc adalah pribadi yang sangat memandang tinggi jiwa kewirausahaan. Hal ini ditunjukkan oleh penghargaan-penghargaan yang diberikannya kepada para franchisee atas kreativitas individual mereka. Bahkan produk-produk McDonald’s yang paling popular seperti Big Mac dan Filet-O-Fish lahir dari kreasi franchisee. Meski memberi kebebasan penuh untuk berkreasi kepada para franchisee, McDonald’s tetap menuntut standar utama mereka, yaitu QSC&V (Quality, Service, Cleanliness and Value).


Awal Mula Kualitas
Keinginan besar McDonald’s akan kualitas membuat semua bahan baku sudah diuji coba, dirasakan dan disempurnakan agar sesuai dengan sistem pengoperasian. Seiring dengan nama restoran yang semakin dikenal, sejumlah pesanan-pesanan besar mendapat perhatian dari para supplier, mereka mulai memandang serius standar McDonald’s seperti halnya McDonald’s sendiri. Ketika restoran-restoran cepat saji lain mulai mengikuti, McDonald’s meningkatkan standarnya pada produk daging, sayuran, dan susu. Ray Kroc kembali mencari partnership – kali ini dengan para supplier McDonald’s – dan kali ini Ray berhasil menciptakan supply system yang paling terintegrasi, efisien dan inovatif dalam industri jasa makanan. Hubungan dengan para supplier ini sudah terjalin selama puluhan tahun; bahkan beberapa diantaranya memulai bisnisnya dengan Ray Kroc.


Hamburger University
Di tahun 1961, Ray Kroc meresmikan sebuah program pelatihan yang bertempat di sebuah restoran baru di Elk Grove Village, Illinois. Di sarana pelatihan yang kemudian dinamai Hamburger University ini, franchisee dan operator diajari metode ilmiah untuk menjalankan usaha waralaba McDonald’s dengan sebaik mungkin. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan laboratorium R&D (Research and Development) yang meneliti metode pemasakkan, pembekuan, penyimpanan serta penyajian. Hingga saat ini, telah ada lebih dari 80.000 orang lulus dari Hamburger University.


Akhir Perjalanan
Semangat Ray Kroc tidak pernah terkikis usia. Beliau meninggal dunia pada tanggal 14 Januari 1984. Hingga akhir hayatnya beliau tidak pernah berhenti bekerja untuk McDonald’s. Bahkan pada saat duduk di kursi roda pun, beliau masih bekerja setiap hari di kantornya di San Diego dan tetap mengawasi pengoperasian restoran McDonald’s secara ketat, mulai dari kebersihan sampah, kebersihan area restoran hingga menyalakan lampu di malam hari.

Berkat jiwanya yang menjunjung tinggi semangat kewirausahaan, komitmennya terhadap kualitas serta kontribusinya bagi masyarakat Amerika Serikat, Ray Kroc dikenang sebagai seorang tokoh integral dari McDonald’s yang kita kenal saat ini.
Sumber :
1. Grinding It Out : The Making of McDonald’s by Ray A Kroc, Ray A Kroc 1977
2. McDonald’s : Behind the Golden Arches by John F Love, John F Love 1995
3. http://www.mcdonalds.co.id/




*Penemu radio adalah seorang italian bernama C.Marconi *Penemu televisi adalah J.L. Baird & C.F. Jenkins warga negara Amerika *Penemu komputer seorang inggris bernama Charles Babbage *Penemu Internet Leonard Kleinrock dan dikembangkan menjadi World Wide Web oleh Tim Berners Lee *Penemu lampu adalah Sir Thomas Alfa Edison

Tidak ada komentar:

Posting Komentar