10 Desember 2012

Tips Dan Trik Memancing Ikan Dilaut, Sungai, Danau


Memancing ikan diair laut, sungai dan danau adalah hobi atau kegiatan olahraga yang dilakukan mulai dari pinggir pantai hingga ke tengah laut dengan menggunakan bantuan alat pemancing ikan.
Di air laut, memancing ikan pada zaman ini dapat dilakukan dengan cara:
      1.      Memancing pinggir laut
      2.      Memancing tengah laut
      3.      Memancing permukaan laut

Selain itu, situasi waktu memancing ikan di laut bisa dilakukan pada siang hari dan juga malam hari.
Sebelum anda memancing, pastinya anda harus mempersiapkan segala bahan-bahan yang memenuhi persyaratan. Namun saya kira anda sudah tahu segala sesuatunya.
Ok, saya akan berikan beberapa tips menarik seputar memancing di Laut, sungai, maupun Danau. Yang pastinya jitu.

Baca Tips Dibawah ini:
                 Ikan mas dapat hidup di kedalaman hingga 1,5 meter jika kondisi airnya cukup hangat, namun dalam keadaan dingin, ikan akan berenang setengah air dan selalu berpindah untuk mencari tempat yang lebih hangat. Jadi sangat tipis harapan untuk ikan dapat memakan umpan yang anda siapkan.

Ada beberapa trik yang dipakai pemancing untuk mengakali hal tersebut, yaitu:

      1.      Mengganti pelampung yang lebih besar atau memiliki daya apung kuat, hal ini perlu dilakukan untuk dapat mengangkat umpan yang dipasang pada kail agak terangkat (berada di pertengahan antara dasar dan permukaan. Tentu saja jarak pelampung dengan umpan perlu didekatkan. Meski umpan dapat dimakan atau kail tersangkut pada ikan, namun hal ini cukup merepotkan, karena bila ada angin, pelampung akan terbawa yang menyebabkan umpan kita ikut bergeser. Jadi kita akan sering menarik untuk melempar kembali umpan tersebut bila sedang mengikuti lomba (pelampung lari ke wilayah/lapak orang lain.

Jangan setengah-setengah bacanya, go.. lanjut terus…

      2.      Cara kedua adalah dengan mengganti kail yang lebih kecil (biasa untuk mancing mujair), juga umpannya diperkecil dan jangan memakai timah pemberat atau rangkaian kail yang menggunakan swivel atau kili-kili. Hai ini dimaksudkan agar umpan dapat melayang dan tidak tenggelam. Karena pada kondisi dasar air yang dingin, air dingin memiliki berat jenis lebih berat dibandingkan air yang hangat, sehingga umpan yang kecil dapat melayang. Kelemahannya adalah kesulitan dalam melempar umpan ke tempat yang diinginkan karena terlalu ringan.

      3.      Cara terakhir adalah dengan menggunakan rangkaian mata kail yang memiliki mata kail lebih dari satu, bisa 2, 3 atau 4 dan tetap menggunakan pelampung. Bila anda hanya memiliki rangkaian mata kail 2, gunakan 2 rangkaian yang disatukan. Tidak perlu memakai umpan, cukup gulungan kecil tanah liat dipasang pada kili-kili kemudian lemparkan pada tempat yang diperkirakan ikan setengah air tadi bergerombol. Jika pelampung bergerak atau bergoyang seperti benang tertabrak, langsung digentak. Hal ini jauh lebih efektif, yaitu dengan menggaet ikan atau istilahnya "menyengget". Meski di beberapa tempat pemancingan ikan lomba melarang untuk menyengget, namun jika kondisi ikan sedang setengah air, biasanya penyelenggara mengijinkan dan menganggap sah bila ada ikan berhadiah atau ikan besar yang tersangkut.

Demikian Tips hari ini, semoga bermanfaat. Semangat Indonesia!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar