11 Desember 2012

Artis Yang Ingin Mengadopsi Anak


Katie Holmes lahir di Toledo, Ohio Amerika pada 18 Desember 1978. Ia dikenal menjadi seorang aktris Amerika Serikat yang terkenal dalam perannya menjadi Joey Potter dalam seri TV DAWSON'S CREEK dari tahun 1998 hingga 2003.
Setelah tiga bulan tidak bertemu ayahnya, Suri Cruise akhirnya menghabiskan waktu bersama Tom Cruise di London. Ayah dan anak itu akan merayakan Thanksgiving bersama. Tak ingin merasa kesepian, Katie Holmes memutuskan untuk pulang kampung.

Ia terlihat meninggalkan New York City dan terbang menuju Ohio, kampung halamannya pada Kamis pagi kemarin. Ia akan merayakan Thanksgiving bersama keluarga besarnya di sana.
Katie Holmes berencana mengadopsi seorang anak perempuan untuk menemani Suri. Hal ini dilakukan lantaran Suri terus meminta artis cantik itu untuk memberinya seorang adik.

Padahal, dia sudah cerai dengan Tom Cruise dan tak memiliki seorang kekasih. Katiepun berpikir  mengadopsi anak perempuan yang berusia sekira dua tahun.

"Suri selalu meminta saudara akhir-akhir ini. Dia bahkan berdoa di malam hari, yang menyentuh hati Katie. Tujuannya yaitu memiliki keluarga baru, tahun depan," ungkap sumber.

Katie juga disebut sudah berkonsultasi dengan agen adopsi untuk mewujudkan impian Suri untuk memiliki adik. Demikian seperti dilansirShowbizspy, Senin (19/11/2012).
Adopsi asing adalah cara yang indah untuk membangun sebuah keluarga. Tetapi juga suatu proses rumit untuk menavigasi. Pada awalnya ada keputusan utama yang harus dibuat. Sebagai contoh, negara mana yang harus Anda pilih? Setiap program negara memiliki pro dan kontra tertentu, dan apa yang mungkin pro untuk satu keluarga bisa menjadi contoh untuk yang lain.
Hanya saja, MUI mengingatkan ketika mengangkat (adopsi) anak, ja ngan sampai si anak putus hubungan keturunan (nasab) dengan ayah dan ibu kandungnya. Sebab, hal ini bertentangan dengan syariat Islam. Banyak dalil yang mendasarinya.

Seperti surat al-Ahzab ayat 4, "Dan, dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri); yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar." Begitu pula surat al-Ahzab ayat 5, "Panggilan mereka (anak angkat) itu dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang paling adil dihadapan Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudaramu seagama dan maulamaula (hamba sahaya yang di merdekakan)." Surat al-Ahzab ayat 40 kembali menegaskan, "Muhammad itu sekalikali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantaramu, tetapi ia adalah Rasulullah dan penutub nabi-nabi.

Dan Allah Maha Mengetahui Segala sesuatu." Nabi Muhammad SAW bersabda, "Dan Abu Dzar RA sesungguhnya ia mendengar Rasulullah bersabda, "Tidak seorangpun mengakui (membangsakan diri) kepada bukan ayah yang sebenarnya, sedang ia tahu bahwa itu bukan ayahnya, melainkan ia telah kufur." (HR Bukhari dan Muslim) Dalam fatwanya MUI memandang, mengangkat anak hendaknya tidak lantas mengubah status (nasab) dan agamanya. Misalnya dengan menyematkan nama orangtua angkat di belakang nama si anak. Rasulullah telah mencontohkan. Beliau tetap mempertahankan nama ayah kandung Zaid, yakni Haritsah di belakang namanya dan tidak lantas mengubahnya dengan nama bin Muhammad.

MUI mengharapkan supaya adopsi dilakukan atas rasa tanggung jawab sosial untuk memelihara, mengasuh dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, seperti anak sendiri. Ini adalah perbuatan yang terpuji dan termasuk amal saleh.

"Tidak diragukan lagi bahwa usaha semacam itu merupakan perbuatan yang terpuji dan dianjurkan oleh agama serta diberi pahala," demikian fatwa MUI. Nantinya, bagi ayah angkat, boleh mewasiatkan sebagian dari peninggalannya untuk anak angkatnya, sebagai persiapan masa depannya, agar ia merasakan ketenangan hidup. Para ulama di Tanah Air telah memfatwakan bahwa pengangkatan anak Indonesia oleh Warga Negara Asing, selain bertentangan dengan UUD 1945 pasal 34, juga merendahkan martabat bangsa.

Terkait:
       ·         Bagaimana hukum adopsi anak dalam islam
       ·         Bolehkah mengadopsi anak
       ·         Adopsi anak diluar negeri
       ·         Apakah ajaran islam tidak membolehkan mengadopsi anak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar