19 Juli 2012

SASTRA LAMA DAN SASTRA BARU



PUISI LAMA
Puisi ini merupakan bentuk karya sastra yang terikat oleh jumlah bait, jumlah larik tiap bait, jumlah silaba tiap larik, dan rima. Mantra dan pantun adalah bentuk puisi lama asli Indonesia; sedangkan syair berasal dari Arab, dan gurindam berasal dari Tamil atau India.

Mantra
Merupakan salah satu bentuk puisi asli Indonesia terdiri atas beberapa bait dengan rangkaian kata yang benilai ritmis. Bahasa mantra dianggap mengandung kekuatan magis, oleh karenanya tidak semua orang dizinkan membacanya kecuali ahlinya, yaim pawang.
Pasu jantan, pasu rencana
Tutup pasu, penolak pasu
Kau menantang pada aku
Terjantang mataku
Jantungku sudah kugantung
Hati kau sudah kurantai
Sipulut namanya usar
Berderailah daun selasih
Aku tutup hati yang besar
Aku gantung lidah yang fasik
Jantungku sudah kugantung
Hatiku sudah kurantai
Rantai Allah, rantai Muhammad
Rantai Baginda Rasulallah

Pantun
Bentu puisi asli Indonesia yang biasanya tiap bait terdiri atas empat baris yang dibagi atas dua baris pertama mempakan sampiran, dan dua baris berikutnya merupakan isi. Bersajak a b a b.
Berburu ke padang datar
mendapat rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
bagai bunga kembang tak jadi

Karmina atau Pantun kilat (Pantun 2 larik; 1 sampiran dan 1 isi)
Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula

Talibun (Parma 6 larik: 3 sampiran, 3 isi)
Kalau anak pergi ke lepau
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi merantau
lbu cari sanakpun cari
lnduksemang cari dahulu

Seloka atau Pantun Berkait (Ada pertalian antarbait)
Lurus jalan ke Payakumbuh
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tidak akan rusuh
Ibu mati bapak berjalan
Kayu jati bertimbal jalan
turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan
kemana untung diserahkan

Gurindam
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India). Tiap bait terdiri alas dua baris, berisi nasihat. Pengarang gurindam yang terkenal adalah Raja Ali Haji dengan karyanya yang berjudul Gurindam Dua Belas.
Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu akan tersesat
Barang siapa tinggalkan sembahyang
Bagai rumah tiada bertiang
Jika suami tak berhati lurus
Istripun kelak memadi kurus

Syair
Merupakan puisi lama yang berasal dari Arab. Tiap bait terdiri atas empat baris. Tiap baris biasanya mempunyai delapan sampai dua belas silaba (suku kata). Isinya cerita den rimanya adalah a a a a.
Bulan purnama cahaya terang
bintang seperti intan di karang
Pungguk merawan seorang-orang
Berahikan bulan di amah seberang
Pungguk becinta pagi dan petang
melihat bulan di pagar bintang
Terselap merindu dendamnya datang
dari saujana pungguk menentang.

PUISI BARU
Bentuk puisi ini berbait dan berirama tetapi tidak terikat oleh jumlah bait, jumlah baris, jumlah silaba dan rima. Puisi baru lebih mementingkan isi daripada irama.
Berdasarkan isinya, puisi baru dibedakan atas balada, elegi, romans, ode, himne, epigram, dan satire.

Balada  bentuk puisi baru yang isinya berupa cerita dan kisah perjalanan hidup seseorang.
Elegi  bentuk puisi baru yang berisi kesedihan, suara sukma yang meratap, batin yang mengeluh, serta tangisan hati.
Romansa  bentuk puisi baru yang isinya merupakan luapan perasaan kasih sayang, cinta terhadap sesama.
Ode  bentuk puisi baru yang isinya berupa sanjungan kepada pahlawan. Bentuk puisi ini juga dikatakan puisi kepahlawanan.
Himne  bentuk puisi baru yang isinya berupa sanjungan terhadap Tuhan.

Contoh himne:
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)

Epigram  bentuk puisi baru yang isinya mengandung semangat yang ditujukan kepada generasi muda.

Contoh epigram:
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)

Satire  Bentuk puisi baru yang berisi sindiran.

Contoh satire:
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(Rendra)

Berdasarkan jumlah lariknya, puisi baru dibedakan atas:
• distikon (2 larik),
• terzina (3 larik),
• kuatrin (4 larik),
• selestet atau dobel terzina (6 larik),
• septima (7 larik),
• oktaf (8 larik), dan
• soneta (14 larik).

PROSA LAMA
Prosa lama cenderung bersifat imajinatif, istanasentris, didaktif, anonim, dan bentuk serta isinya statis, sedangkan prosa baru bersifar realistis (melukiskan kenyataan sehari-hari), dinamis atau mengalami perubahan terus-menerus sesuai dengan pembahan masa, dan tidak anonim.
Yang termasuk prosa lama ialah:
A. Dongeng
yaitu bentuk prosa lama yang semata-mata berdasarkan khayal dan disampaikan secara lisan. Selanjutnya dongeng dibedakan lagi atas:
1. Fabel (dongeng tentang binatang) Contoh:
Kancil Yang Cerdik
Bayan Budiman
2. Legenda (dongeng yang isinya dikaitkan dengan keunikan atau keajaiban alam) Contoh:
Asal-usul Kota Banyuwangi
Sangkuriang
3. Sage (dongeng yang mengandung unsur-unsur sejarah) Contoh:
Darmawulan
Terjadinya Kota Majapahit
4. Mite (dongeng lentang dewan-dewa atau makhluk lain yang dianggap mempunyai sijat kedewaan, dan sakral) Contoh:
Cerita Gerhana
Nyi Loro Kidul
Hikayat Sang Boma
Odysee
5. Epos (Wiracarita/dongeng kepahlawanan) Contoh:
Ramayana
Mahabarata
6. Dongeng Jenaka (dongeng yang menceritakan kebodohan atau perilaku seseorang yang penuh kejenakaan atau lelucon) Contoh:
Pak Pandir
Pak Belalang
Si Lebai Malang
Abu Nawas

B. Hikayat
yaitu prosa lama yang isinya mengenai kejadian-kejadian di lingkungan istana, tentang keluarga raja.
Contoh:
Hikayat Hang Tuah
Hikayat Si Miskin
Hikayal Panca Tantra
Hikayat Panji Semirang
Hikayat Dalang Indra Kusuma
Hikayat Amir Hamzah

C. Silsilah atau tambo,
yaitu semacam sejarah, tetapi isinya sudah bercampur dengan khayalan sehingga banyak cerita yang tidak tercerna oleh pikiran sehat.
Contoh:
Sejarah Melayu
Hikayat Raja-raja Pasai
Sejarah Melayu-Bugis

PROSA BARU
Yang tergolong prosa baru adalah roman, novel, cerpen, biografi, drama, kritik, dan esai.

Roman  Bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau meninggal dunia. Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:
1. Roman bertendens, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh:
Layar Terkembang oleh : Sutan Takdir Alisyahbana.
Salah Asuhan oleh: Abdul Muis.
Darah Muda oleh: Adinegoro.
2. Roman sosial, memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh:
Sengsara Membawa Nikmat oleh: Tulis St. Sati.
Neraka Dunia oleh: Adinegoro.
3. Roman sejarah, yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh:
Hulubalang Raja oleh: Nur St. Iskandar.
Tambera oleh: Utuy Tatang Sontani.
Surapati oleh: Abdul Muis.
4. Roman psikologis, yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh:
Atheis oleh: Achdiat Kartamiharja.
Katak Hendak Menjadi Lembu oleh: Nur St. Iskandar.
Belenggu oleh: Armijn Pane.
5. Roman detektif, yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh:
Mencari Pencuri Anak Perawan oleh: Suman HS.
Percobaan Seria oleh: Suman HS.
Kasih Tak Terlerai oleh: Suman HS.

Novel  Berasal dari Italia yaitu novella 'berita' . Bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen.
Contoh:
Ave Maria oleh: Idrus
Keluarga Gerilya oleh: Pramoedya Ananta Toer.
Perburuan oleh: Pramoedya Ananta Toer.
Ziarah oleh: Iwan Simatupang.
Surabaya oleh: Idrus

Cerpen  Cerpen Bentuk prosa baru yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan telapi hat itu tidak menyebabkan perubahannasib pelakunya. Contoh:
Radio Masyarakat oleh : Rosihan anwar
Bola Lampu oleh : Asrul Sani
Teman Duduk oleh : Moh. Kosim
Wajah yang Bembah oleh : Trisno Sumarjo
Robohnya Surau Kami oleh : A.A. Navis

Biografi  Bentuk prosa yang menceritakan riwayat hidup seseorang. Biografi yang menceritakan kehidupan pengarangnya sendiri disebut autobiografi. Contoh:
Hikayat Abdullah oleh: Abdullah bin Abdul kadir Munsi.
Pengalaman Masa Kecil oleh: Nur St Iskandar.

Drama  (Yunani: drama 'Tindakan, perbuatan'); karya sastra yang ditulis untuk dipanggungkan, dan bercorak dramatik. Sebuah drama terbagi atas beberapa bagian yang disebut babak dan babak dibagi atas beberapa adegan.Diawali oleh prolog, yaitu kata pendahuluan yang menarik perhatian penonton ke dalam suasana yang dikehendaki, dan diakhiri oleh epilog, yakni kata-kata yang mengandung iktisarseluruh cerita. Sedang percakapan antara dua pelaku disebut dialog. Contoh:
Nyai Dasimah oleh: Rustandi
Bebasari oleh: Rustam Effendi
Kertajaya oleh: Sanusi Pane
Lukisan Masa oleh: Armijn Pane
Manusia Baru oleh: Sanusi Pane
Sandyangkalaning Majapahit oleh Sanusi Pane
Ken Arok Ken Dedes oleh: Mohamad Yamin
Sedih dan Gembira oleh:Usmar Ismail
Taufan Atas Asia oleh: El Hakim
Bulan Bujur Sangkar oleh: Iwan Simatupang

BUKU DAN PENGARANGNYA

Masa Kesusastraan Lama
1. Mahabarata, oleh: Wyasa
2. Ramayana, oleh: Walmiki
3. Arjuna Wiwaha, oleh: Empu Kanwa
4. Centini, oleh: Ronggowarsito
5. Negara Kertagama, oleh: Empu Prapanca
6. Gatot Kaca Seraya, oleh: Empu Sedah
7. Syair Perahu, oleh Hamzah Fansuri
8. Syair Burung Pungguk, oleh Hamzah Fansuri
9. Syair Abdul Muluk, oleh: Raja Ali Haji
10.Gurindam Dua-belas, oleh: Raja Ali Haji
11.Sejarah Melayu, oleh: Tun Muhamad Sri Lanang

Masa Kesusastraan Peralihan (Abdullah bin Abdulkadir Munsi)
1. Hikayat Abdullah
2. Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jedah
3. Syair Singapura Dimakan Api
4. Hikayat Sang Boma
5. Hikayat Bakhtiar

Masa Balai Pustaka
1. Siti Nurbaya, oleh: Marah Rusli
2. Salah Asuhan, oleh: Abdul Muis
3. Kasih Tak Terlerai, oleh: Suman HS
4. Salah pilih, oleh: Nur Sutan Iskandar
5. Cinta Membawa Maut, oleh: Nur St. Iskandar
6. Hulubalang Raja, oleh: Nur St. Iskandar
7. Katak Hendak Menjadi Lembu, oleh: Nur St. Iskandar
8. Neraka Dunia, oleh: Nur St. Iskandar
9. Karena Mertua, oleh: Nur St. Iskandar
10.Cinta dan Keajaiban, oleh: Nur St. Iskandar
11.Darah Muda, oleh: Adinegoro
12.Surapati, oleh: Abdul Muis
13.Pertemuan Jodoh, oleh: Abdul Muis
14.Robert Anak Surapati, oleh: Abdul Muis
15.Percobaan Setia, oleh: Suman HS
16.Mencari Pencuri Anak Perawan, oleh: Suman HS
17.Teman Duduk (cerpen), oleh: M. Kosim
18.Menebus Dosa, oleh: Aman Datuk Majoindo
19.Sukreni Gadis Bali, oleh: I Gusti Nyoman panji Tisna
20.l Swasta Setahun di Bedahulu, oleh: I Gusti Nyoman Panji Tisna
21.Kehilangan Mestika, oleh: Hamidah
22.Pahlawan Minahasa, oleh: M.H. Dayoh
23.Andong Teruna, oleh: Sutomo jauhar Arifin

Masa Pujangga Baru
1. Layar Terkembang, oleh: Sutan Takdir Alisyahbana
2. Dian yang Tak Kunjung Padam, oleh: S.T. Alisyahbana
3. Anak Perawan di Sarang Penyamun, oleh: S.T. Alisyahbana
4. Di Bawah Lindungan Ka'bah, oleh: Hamka
5. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, oleh: Hamka
6. Bebasari (drama), oleh: Sanusi Pane
7. Kertajaya ( drama), oleh: Sanusi Pane
8. Sandyangkalaning Majapahit (drama), oleh: Sanusi Pane
9. Puspa Mega, oleh: Sanusi Pane
10.Madah Kelana, oleh: Sanusi Pane
11.Manusia Baru (drama), oleh: Armijn Pane
12.Lukisan Manusia (drama), oleh: Armijn Pane
13.Ratna (drama), oleh: Armijn Pane
14.Lenggang Kencana (drama), oleh: Armijn Pane
15.Ken Arok Ken Dedes, oleh: M Yamin
16.Diponegoro, oleh: M Yamin
17.Tanah Air, oleh: M Yamin
18.Dalam Lingkungan Kawat Berduri, oleh: Asmara Hadi
19.Rindu Dendam, oleh: Y.E. Tatengkeng
20.Buah Rindu, oleh: Amir Hamzah
21.Nyanyi Sunyi, oleh: Amir Hamzah
22.Setanggi Timur, oleh: Amir Hamzah
23.Puspa Aneka, oleh: Yogi (A. Rivai)
24.Dewan Sajak, oleh: A. Hasjimi ( Ali Hasjim)

Masa Angkatan 45
1. Sedih dan Gembira (kumpulan drama), oleh: Usmar Ismail
2. Kita Berjuang (puisi), oleh: Usmar Ismail
3. Cahaya Merdeka (puisi), oleh: Usmar Ismail
4. Puntung Berasap (puisi), oleh: Usmar Ismail
5. Taufan di Atas Asia (kumpulan drama), oleh: El Manik
6. lntelek lstimewa, oleh: El Manik
7. Benciku Melaut, oleh: Amal Hamzah
8. Pembebasan Pertama (puisi), oleh: Amal Hamzah
9. Radio Masyarakat, oleh: Rosihan Anwar
10.Kerikil Tajam(puisi), oleh: Chairil Anwar
11.Deru Campur Debu (puisi), oleh: Chairil Anwar
12.Kejahatan Membalas Dendam (drama), oleh: Idrus
13.Coret-coret di Bawah Tanah (drama), oleh: Idrus
14.Jalan Tak Ada Ujung, oleh: Mochtar Lubis
15.Tak Ada Esok, oleh: Mochtar Lubis
16.Keretakan dan Ketegangan (Kumpulan cerpen), oleh: Achdijat Kartamiharja
17.Yang Terhempas dan yang Terkandas,(Kumpulan cerpen), oleh: Rusman Sutiasumarga
18.Kata Hati dan Perbuatan (puisi), oleh: Trisno Sumardjo
19.Wajah yang Berubah (kumpulan cerpen), oleh: Trisno Sumardjo
20.Kota Harmoni, oleh: Idrus

Masa Angkatan 50
1. Robohnya Surau Kami (kumpulan cerpen),oleh: A.A. Navis
2. Kemarau (roman), oleh: A.A. Navis
3. Bianglala (kumpulan cerpen), oleh: A.A. Navis
4. Kisah-kisah Revolusi, oleh: Trisno Yuwono
5. Pagar Kawat Berduri (roman), oleh: Trisno Yuwono
6. Laki-laki dan Mesiu, (kumpulan cerpen), oleh: Trisno Yuwono
7. Bulan Bujur Sangkar (drama), oleh: Iwan Simatupang
8. Lebih hitam dari Hitam (cerpen), oleh: Iwan Simatupang
9. Kering (roman), oleh: Iwan Simatupang
10.Merahnya Merah, oleh: Iwan Simatupang
11.Ziarah (novel), oleh: Iwan Simatupang
12.Pulang (roman), oleh: Toha Mochtar
13.Daerah tak Bertuan (roman), oleh: Toha Mochtar
14.Kejantanan di Sumbing (kumpulan cerpen),oleh: Subagio Sastrowardojo
15.Simphoni, oleh: Subagio Sastrowardojo
16.Perjalanan Pengantin, oleh: Ajip Rosidi
17.Jalan ke Surga, oleh: Ajip Rosidi

Masa Angkatan 66
1. Benteng dan Tirani (kumpulan puisi), oleh: Taufik Ismail
2. Sajak Ladang Jagung (kumpulan puisi), oleh: Taufik Ismail
3. Selamatan Anak Cucu Sulaiman (drama), oleh: W.S. Rendra
4. Blues untuk Bonnie (kumpulan puisi), oleh: W.S. Rendra
5. Ia Sudah Bertualang (kumpulan cerpen), oleh: W.S. Rendra
6. Balada Orang-Orang Tercinta (k. puisi), oleh: W.S. Rendra
7. Pada Sebuah Kapal (novel), oleh: Nh. Dini
8. Namaku Hiroko (novel), oleh: Nh. Dini
9. Sebuah Lorong di Kotaku (novel), oleh: Nh. Dini
10.Ladang Perminus (novel), oleh: Ramadhan K.H.
11.O, Amuk, Kapak (kumpulan puisi), oleh: Sutardji Calzoum Bachri
12.Perahu Kertas (kumpulan poisi), oleh: Sapardi Djoko Damono
13.Pergolakan (novel), oleh: Wildan Yatim
14.Stasiun (novel), oleh: Putu Wijaya
15.Raumanen (novel), oleh: Mariane Katoppo





Gurindam termasuk sastra lama. Gurindam ditulis dalam bentuk bait-bait. Setiap bait berisi dua baris. Baris-baris itu mempunyai persamaan bunyi (sering dirumuskan a-a). Dua baris dalam satu bait gurindam umumnya dipahami sebagai satu kalimat yang sempurna. Kalimat itu terdiri atas dua anak klausa (sering disebut induk dan anak kalimat).
Terdapat beberapa jenis gurindam, salah satunya adalah gurindam dua belas. Guridam dua belas pertamakali ditulis oleh Raja Ali Haji di Pulai Panyengat pada tahun 1847 masehi pada usia 38 tahun. Gurindam ini terdiri dari 12 Fasal dan berada dalam kategori didaktik karena mengandung nasehat dan petunjuk untuk mencari ridho Allah.
Isi gurindam berupa nasihat. Kalimat dalam gurindam (baris pertama dan kedua) umumnya menunjukkan hubungan persyaratan dan konsekuensi. Berdasarkan bentuk/isi gurindam ciri-cirinya sebagai berikut.
Ciri-ciri gurindam :

a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.
b. Berasal dari Tamil (India)
c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatui sebab akibat.

Contoh :
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)

Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )

Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

a. Tiap-tiap suku (bait) terdiri atas dua baris.
b. Banyaknya suku kata pada tiap-tiap baris tidak tetap, (biasanya 10-12 suku kata).
c. Sajaknya a-a. Gurindam yang baik bersajak penuh, tetapi ada juga yang bersajak paruh.
d. Baris kedua adalah akibat atau balasan yang tersebut dalam baris pertama.
e. Gurindam berisi nasihat.

Contoh :
Barang siapa tidak sembahyang
Ibarat rumah tidak bertiang.
Dengan bapa jangan durhaka
Supaya ayah tidak murka
Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi
Pada zaman dahulu kala
Tersebutlah sebuah cerita
Sebuah negeri yang aman sentosa
Dipimpin sang raja nan bijaksana
Negeri bernama Pasir Luhur
Tanahnya luas lagi subur
Rakyat teratur hidupnya makmur
Rukun raharja tiada terukur
Raja bernama Darmalaksana
Tampan rupawan elok parasnya
Adil dan jujur penuh wibawa
Gagah perkasa tiada tandingnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar